Selasa, 19 Agustus 2014

Lomba Mancing Kutuk -2014

Para Peserta dan menjawab pertanyaan seputar Lomba

Sampai hari ini, kurang lebih 40 pemancing yang sudah bisa dipastikan ikut partisipasi dalam Lomba Mancing Kutuk -2014, tentunya jumlah ini akan terus berkembang seiring berjalannya waktu menuju hari H. Data ini kami peroleh dari Cak Sambun, salah seorang anggota Panitia yang bertugas di bagian pendaftaran. 

Beberapa nama-nama yang sudah tak asing lagi di telinga kita, mereka yang selama ini aktif di komunitas Mancing Kutuk Gabus, antara lain: Cak Pri, Anwar Kakak, Cak Kliwon, Klunthing, Koh Hwat, Erwin Bethik, Caca, Guk Lit, dan lain-lain sudah lebih dulu mendaftar.

Selain itu juga masuk dan mendaftar, beberapa nama-nama peserta yang kelihatannya masih baru bergabung di Mancing Kutuk Gabus, antara lain : Nero Anz, Anz Seven Yunior, Saipul, Sutris, dan masih banyak lagi untuk kami sebutkan satu persatu.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu kami berikan penjelasan secara tertulis di sini mengenai hal-hal seputar Lomba, yaitu :

1.      Mengapa Panitia mengharuskan dan hanya memperbolehkan untuk menggunakan percil (anak kodok) asli, sebagai umpan pada saat lomba.

Ada dua hal mendasar yang menjadi pertimbangan Panitia ketika memutuskan peraturan lomba pada point 2, pada selebaran yang telah dibagikan oleh Panitia Lomba.

Yang pertama, Lomba yang dipromotori oleh Abah Eric (Ery Prawardhana) ini, niat tulusnya adalah demi mempererat kerukunan dan tali persaudaraan antar sesama pemancing kutuk yang ada di komunitas Mancing Kutuk Gabus, yaitu mancing kutuk dengan teknik casting menggunakan umpan percil di lokasi tambak Sidoarjo dan sekitarnya. Satu point ini seharusnya sudah bisa menjadikan kita semua maklum.

Yang kedua, adalah demi keseragaman, yaitu demi menjunjung tinggi sportivitas. Kemampuan dan teknik memancing kutuk yang telah kita semua pelajari selama ini akan dibuktikan nanti dan sekaligus kita evaluasi bersama pada saat lomba. Evaluasi dan penilaian akan sangat tidak fair dan tentunya akan sangat sulit apabila masing-masing kita menggunakan umpan yang berbeda-beda sesuai keinginan kita masing-masing. Oleh karenanya mohon maaf apabila nanti Panitia akan menerapkan sangsi berupa diskualifikasi terhadap peserta yang tetap memaksakan diri menggunakan umpan selain percil (anak kodok).



2.      Mengapa Panitia sampai saat ini tidak mengumumkan lokasi tambak tempat diadakannya Lomba.




Adalah tugas berat Panitia untuk bisa menyediakan lokasi tambak yang mampu menampung kurang lebih 70 orang pemancing kutuk (jumlah anggota Mancing Kutuk Gabus sesuai data tahun 2013) yang bisa dan boleh bergerak secara bebas untuk memilih posisi spot masing-masing pada saat lomba. Tentunya Panitia akan menyediakan lokasi tambak dengan kondisi yang memungkinkan untuk itu, dan terlebih lagi tambak tersebut benar-benar fresh, ikan-ikannya (kutuk) tidak dalam kondisi bocok (tidak mau makan karena sering dipancing), selain itu juga memungkinkan untuk naiknya ikan-ikan kutuk dengan bobot monster (lebih dari 1 kg).

Ini adalah sebuah pelayanan yang telah diusahakan dan diperjuangkan secara ekstra oleh Panitia, diberikan dan dipersembahkan secara istimewa untuk kita semua, para peserta lomba.

Oleh karenanya marilah kita dukung, kita support, kita semangati, dan kita hormati bersama-sama, hal-hal yang sudah disepakati bersama, dan diputuskan oleh Panitia, agar Lomba Mancing Kutuk-2014 ini bisa sukses dan meriah, lebih dari Lomba yang pernah diadakan sebelumnya.

Salam Strike…… Mantaaaaaaab !

Oleh :
Admin. Mancing Kutuk Gabus