Kamis, 28 Agustus 2014

Mancing bersama Cak Pri

Mancing bersama Cak Pri (Juara 1 Lomba Mancing Kutuk 2014)

“ Can you remember, remember my name………klik! “ saya segera mematikan lagu “ Perfect Stranger “ nya Deep Purple dari HP yang sengaja saya letakkan dekat sekali dengan telinga di samping bantal. SMS ini pasti dari Cak Pri, saya yakin karena kemarin saya memintanya untuk membangunkan saya pagi-pagi, lebih awal dari kebiasaan saya sehari-hari. Pagi itu saya sudah janjian untuk mancing bersama dengan dia di Tambak Prapat,  sudah lama saya tidak mancing bareng dengan Juara 1 Lomba Mancing Kutuk 2014 ini.


Tambak Prapat di pagi hari

“ Aku berangkat duluan Kang, ketemu di lokasi saja ya “ SMS nya kepada saya.

Saya jawab singkat,” Ok Kang, thank ! “.

Tepat jam 5.00 pagi saya berangkat dari pintu rumah, jam 5.15 saya tiba di lokasi, gelap dan dinginnya udara pagi tidak mampu menghambat perjalanan saya karena saking terbiasanya saya kelayapan pagi-pagi di tambak. Apalagi musim kemarau begini jalanan di tambak relative mudah bagi saya, lain halnya kalau  musim hujan. Dari kejauhan saya sudah melihat Cak Pri mengayun-ayunkan joran pancingnya, casting di dekat pohon menghadap ke selatan.

“ Tarik Kang ! “, sapa saya kepada Cak Pri.

“ Tarik…..ha..ha…ha ! “ balas Cak Pri ramah.

“ Dapat berapa ? “, tanya saya.

“ Itu, dapat dua, segedhe jempol…ha..ha..ha..lumayan Kang ! “, jawabnya.

Berikutnya kami berdua mancing bersama sambil ngobrol ngalor-ngidul seputar mancing, terutama tentang lomba kemarin.

Cak Pri, Juara 1 Lomba Mancing Kutuk 2014, yang punya nama asli Supriyadi ini memang ramah, supel, dan mudah akrab dengan siapapun. Seorang yang low profile, lebih suka mengalah, bisa ngemong, dan hampir tidak pernah serius, selalu kocak dan jenaka. Itulah sebabnya dia bisa akrab dengan semua rekan di Mancing Kutuk Gabus.


Cak Pri (Juara 1 Lomba Mancing Kutuk 2014)


“ Hadiah satu juta rupiah kemarin buat apa Kang ? “, tanya saya kepada Cak Pri.

“ Habis Kang......saya pakai tambahan buat beli freezer, saya sudah janji sama nyonyah, saya suruh doakan agar saya menang, eeeehhh…ndak tahunya bener Kang. Sudah lama dia minta saya belikan freezer untuk usaha sampingan, baru kemarin itu saya bisa,….yah…. Alhamdullillah dapat juara 1. “, jawab Cak Pri sambil cerita panjang lebar tentang keinginan isterinya untuk usaha sampingan.

“ Yah..syukurlah Kang, semuanya bisa jadi berkat, dan manfaat “, saya ikut terharu dan bersyukur dengan cerita Cak Pri.

Sebagian orang beranggapan, mancing adalah sekedar hoby, acara senang-senang untuk sekedar relaksasi dan refressing, untuk mengisi waktu luang, yang tentunya akan mengeluarkan biaya. Mancing adalah semacam acara anut grubyuk yang bisa membuat orang kecanduan, lalu berikutnya menyia-nyiakan waktu dan membikin orang jadi malas kerja. Bahkan ibu saya sendiripun pernah berkata demikian kepada saya, saat memberi nasehat kepada saya, karena tahu bahwa saya hoby berat mancing.

Untunglah yang demikian tidak terjadi di Mancing Kutuk Gabus, bahkan sebaliknya, mancing ternyata lebih dari sekedar senang-senang, dan ini telah diteladani dengan baik oleh Cak Pri, juara 1 Lomba Mancing Kutuk 2014.

“ Tarik Kaaaaang ! “, teriakan Cak Pri menyadarkan saya dari lamunan, suara wak wik joran kami yang sejenak tidak terdengar oleh telinga saya yang sedang larut dalam perenungan, tiba-tiba tergantikan oleh bunyi percikan air dan gejobak monster yang meronta-ronta saat fight dengan Cak Pri.

“ Uoooh…muantab kang…..muantab kaaang ! “, teriak saya berkali-kali menyemangati Cak Pri.

Seekor monster berhasil naik dengan sempurna di tangan Cak Pri, “ mantaaaaabbbbb ! “, teriaknya sambil meneteng monster tersebut di tangan kirinya.


Cak Pri strike monster, 27 Agustus 2014


“ Sampeyan memang pantas untuk juara kang….. mantab…mantab ! “, mulut ini tak sengaja terus memberi pujian kepada Cak Pri.

bersambung

Oleh :
Admin. Mancing Kutuk Gabus